Register Login
Barat, dan akhirnya di pindahkan ke Museum sejarah Jakarta.

Meriam Si Jagur terbuat dari logam besi berukuran panjang 380 cm, berbobot seberat 3,5 ton dengan panjang 3,85 meter dan diameter laras 25 sentimeter. Pada punggung belakang meriam ini tertera tulisan bahasa latin Ex Me Ipsa Renata Sum yang berarti adalah dari diriku sendiri aku lahir kembali, atau bisa ditafsirkan juga bahwa meriam Si Jagur adalah leburan dari meriam-meriam kecil yang jumlahnya konon 16 buah. Meriam ini unik lihat saja pada bagian belakangnya yang terlihat sebuah tangan yang mengepal dengan ibu jari yang di jepit jari telunjuk serta tengah, hal itu bukan bermaksud porno.

Namun menurut kepercayaan orang Portugal dan akhirnya menular sampai ke penduduk lokal, bahwa meriam ini memiliki tuah spiritual untuk dapat mengabulkan permintaan bagi pasangan yang belum dikarunia anak sejak lama. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan ritual tersebut bagi yang mempercayainya, seperti menyentuh maupun sampai menaikinya, untuk hal ini anda boleh percaya atau tidak. Meriam ini berada di dalam kawasan Museum Fatahillah tepatnya berada di bagian belakang taman yang sejajar dengan patung Hermes. (Roy, gedoor.com)
  • WISATA
  • #Monumen #Museum #Wisata #Wisata Jakarta
  • Meriam Si Jagur
23 November 2011 - 16:02:19 WIB Dibaca : 879
Senjata bersejarah yang satu ini kerap digunakan dalam pertempuran jaman dulu ketika semua kesepakatan serta perjanjian tidak menjadi pilihan utama dalam mencari solusi pertikaian antar dua belah pihak. Meriam adalah senjata yang paling efektif pada masa pertempuran karena dapat memecah pertahanan pasukan akibat dari ledakan peluru yang berbentuk bulat serta berat tersebut.

Salah satu meriam yang sering kita dengar namanya adalah Meriam Si Jagur, cerita senjata ini jauh lebih lama sebelum masa penjajahan Belanda di Batavia. Sejarah mencatat bahwa meriam kuno yang disebut Si Jagur ini dibuat oleh MT Bocarro di Macao sebagai peralatan tempur. Kemudian diangkut ke Malaka untuk memperkuat benteng Portugis di Malaka. Ketika Malaka jatuh ke tangan VOC tahun 1641, meriam Si Jagur diangkut ke Batavia. Niatnya untuk memperkuat pertahanan Batavia dari ancaman musuh.

Di Batavia, meriam ini berkali-kali pindah tempat, awalnya, Si Jagur diletakkan di Jembatan Gantung Kota Intan, di Jalan Kali Besar Barat, Jakarta
Komentar Beri Komentar
Artikel Terkait
Patung Dirgantara Patung Dirgantara
Selasa, 08 November 2011
Gelanggang Olahraga Senen Gelanggang Olahraga Senen
Rabu, 28 September 2011
Monas (Refleksi ala Monas) Monas (Refleksi ala Monas)
Selasa, 11 Oktober 2011
Museum Bank Indonesia Museum Bank Indonesia
Rabu, 05 Oktober 2011