Register Login
Miniatur Arsipel Indonesia, depan Anjungan Sumatera Utara), Stasiun Aeromovel (dekat Panggung Musik Taman Ria Atmaja, depan Anjungan Maluku), Stasiun Aeromovel Taman Burung (dekat Stasiun Sky Lift dan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, depan Taman Burung), Stasiun Museum Transportasi (dekat Museum Transportasi dan Museum Komodo dan Taman Reptil, depan Anjungan Sulawesi Tenggara), dan Stasiun Taman Bunga Keong Emas (dekat Taman Bunga Keong Emas, depan danau Taman Aquarium Air Tawar, Wihara Arya Dwipa Arama dan Pura Hindu Dharma Penataran Agung Kertabhumi).

Bertolak ke belakang, Aeromovel merupakan hasil hasil pengembangan teknologi aeromovel Brazil yang ditemukan dan dirancang oleh Oscar Coster dari Brazil. Salah satu keunikan sistem ini adalah pemanfaatan tenaga dorong-hisap udara sebagai penggerak. Kereta layang dirancang sebagai kendaraan yang ringan karena di dalamnya tidak terdapat mesin, sehingga bebas polusi udara dan suara. Titihan Samirono merupakan salah satu alternatif angkutan yang menyajikan pelayanan murah, cepat, dan aman menjadi salah satu contoh bagi pengembangan transportasi masal di masa datang. Bila kita berkeliling TMII dengan aeromovel, pengalaman mengasyikan sudah di depan mata. Ketinggian yang ada, anda akan diberikan kekaguman akan pesona TMII. Mau mencoba? (Firman)
  • WISATA
  • #Jalan-jalan #Wisata #Wisata Jakarta
  • Aeromovel
05 Desember 2011 - 16:53:52 WIB Dibaca : 863
Bila anda berada di lingkungan TMII dan ingin berkeliling, cobalah naik aeromovel. Salah satu kendaraan yang mengelilingi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan jalur rel sendiri. Sama seperti kereta pada umumnya, hanya saja aeromovel ini bergerak di atas. Selama perjalanan, anda akan disuguhkan berbagai pemandangan yang ada di TMII.

Kendaran bernama lain Titihan Samirono ini adalah kereta yang berjalan dengan tenaga angin. Dalam bahasa Jawa, samirana berarti angin. Kereta ini melayang di jalan layang setinggi 6 meter dari atas tanah dengan kecepatan 15-20 KM/jam. Kecepatan itu dinilai ideal mengingat panjang lintasan sekitar 3,2 KM. Hal ini memungkinkan para penumpang memiliki waktu lebih lama untuk memandang panorama TMII. Walau demikian, sesungguhnya aeromovel dapat melaju dengan kecepatan hingga 60 KM/jam.

Jarak yang ditempuh sekitar 3,2 KM ini melalui beberapa stasiun. Di antaranya, Stasiun Aeromovel Taman Buaya (dekat Stasiun Kereta Api Mini, samping Teater Tanah Airku), Stasiun Aeromovel Taman Nusa (di tepi danau
Komentar Beri Komentar
Artikel Terkait
Bangunan Kota Tua Bangunan Kota Tua
Rabu, 07 Desember 2011
Pesona Wisata Candi Di Kawasan Dieng Pesona Wisata Candi Di Kawasan Dieng
Rabu, 03 September 2014
Legenda Wisata (Mesir) Legenda Wisata (Mesir)
Rabu, 07 September 2011